NURFITRIA'S SITE: Cerbungku...
Tampilkan postingan dengan label Cerbungku.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbungku.... Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

The Secret Of Love

Hei kenalin nama gw Sadira Nareswari biasanya dipanggil dira, cewe sederhana yang terlahir dari keluarga sederhana. Saat ini gw berumur 20 tahun, gw bekerja di sebuah perusahaan swasta dan kuliah di salah satu akademik swasta. Hari- hari gw cukup menyenangkan ya walaupun terkadang membosankan. Ada aja hal – hal baru yang harus gw hadapin salah satunya kisah percintaan gw. Mungkin lu semua nggak pernah menyangka kalau gw bisa memendam rasa hingga 5 tahun lamanya. Dengan seorang Pria yang menurut gw perfect baik karakternya maupun sifatnya. Gw juga pernah sesaat melabuhkan hati gw dengan seorang pria yang awalnya dia pdkt ama gw dan pada akhirnya dia malah mengungkapkan dia minta do’a dari gw karena sebentar lagi mau married. “OMG… lu kira gw godaan lu sebelum married apa??” pikir gw waktu itu. Berkat perjuangan RA Kartini, kini para wanita mendapatkan sebuah kado terindah yang disebut emansipasi wanita, yaitu derajat wanita sebanding dengan laki-laki. Bahkan para wanita sudah tidak malu lagi untuk menyatakan cintanya terlebih dahulu. Buat gw itu suatu hal yang tabu. Entah sampai saat ini penilaian gw terhadap pernyataan cinta itu rasanya seperti buku diary yang harus gw simpen sebaik – baiknya agar tidak ada seorang pun yang tau. Jangan kalian pikir dalam masa – masa itu gw ga pernah pacaran loh... Gw tetap pacaran tapi dengan hati yang tidak sepenuhnya. Belum ada lelaki yang bisa menggantikan posisinya di hati gw. Sampai pada suatu saat ada seseorang yang bisa menggantikannya dengan karakter yang berbeda, semuanya berawal dari media jejaring sosial.

Pertengahan Maret

Ada seseorang yang mengadd account facebook gw, namanya Ardio Adelio Kennard. Dia seorang mahasiswa dari salah satu Universitas ternama di Jakarta. Karena ada mutual friendnya tanpa pikir panjang gw confirm. Awalnya biasa saja ga ada komunikasi sama sekali sampai tiba saatnya bulan mei. Mungkin dia iseng – iseng kenalan pake cara colek – colekan salah satu fasilitas di facebook. Gw bales colekannya dia bales lagi. Dan gw putusin buat chat dia..

Light Star : Genit banget colak colek
Captain Venus : Hehehe, boleh kenalan kah? Gw Ardio.

Awal Juli

Seiring berjalannya waktu gw dan dia semakin dekat. Walaupun kita belum pernah bertemu rasanya nyaman ketika curhat dan bercanda. Hingga pada akhirnya dia memanggil gw dengan panggilan sayang. Rasanya aneh kenapa nih orang ya… abis kejedot apa?? Dengan polosnya gw tanya balik apa artinya…. Dia pun mengungkapkan rasa sayangnya ke gw. Awalnya gw cuma iseng aja bales panggilan – panggilan sayangnya ke gw  karena gw pikir toh belum pernah ketemu ini, entah ketemu atau nggak… lagian gw sendiri pun belum bisa move on karena di hati gw masih ada sesosok pria lain. Nggak ada salahnya kan punya pacar online ? Bisa ada yang meratiin, ya pokonya memberikan sedikit warna yang berbeda dalam hidup gw. Terutama ketika dia mengirimkan kata-kata atau pesan suara yang romantis. Entah berapa lama kejadian itu berlangsung dan hadirlah sedikit rasa yang nggak biasanya ketika dia nggak sms atau telepon seharian, bahkan ga ketemu sehari pun. Seperti ada yang kurang…

Akhir Juli

Keraguan gw mencuat seiring perhatiannya yang mulai berkurang. Dia hanya bisa mengungkapkan rasa sayang tanpa memberikan bukti nyata. Walaupun selama ini dia selalu mengirimkan kata-kata indah entah itu buatannya sendiri atau dari sepenggal lagu bahkan terkadang pesan suara dengan backsong lagu romance. Ya emang dasarnya berawal dari keisengan, rasanya seperti di tampar oleh tangan sendiri. Dan tepat di hari senin gw putusin untuk mengakhiri hubungan ini sebelum hati gw terpaut lebih dalam olehnya.

Selang beberapa jam, dia mengirimkan sebuah pesan suara yang membuat gw nangis bombay, mungkin karena gw udah ngerasa sayang sama dia dan nggak rela kalau ini harus cepat berakhir. Di pesan suara itu dia minta maaf karena dia hanya bisa mengungkapkan rasa sayangnya tanpa memberikan bukti nyata. Ada hal yang nggak bisa dia jelasin saat itu tapi intinya dia sayang banget sama gw dan dia pengen banget ngebahagiain gw.
Seperti tersambar petir, hati gw bergetar hebat dan air mata pun jatuh dari singgasananya. Malam selasa... malam yang kelam disertai hujan, gw pulang kerumah dengan linangan air mata yang tumpah dengan derasnya. ( Lebay banget yak, tapi itulah yang gw rasain saat itu ).

Selasa, Gw coba untuk bersikap profesional terhadap kerjaan gw walaupun sebenarnya di dalam pikiran gw selalu ada dia.. dia.. dan dia....

Drrrttt... drrttt.. drrrttt...
”Ra, gw mau ketemu lu malem ini bisa ?” sms dari salah satu teman kuliah gw.
”Harus malem ini? Ntar aja pas masuk kuliah.” kata gw karena kebetulan saat itu lagi liburan semester.
”Nggak bisa ra, besok gw udah mudik. Lu bisa kan?” Desak dia.
”Emang nggak bisa bilang lewat sms aja apa?” jawab gw.
”Nggak bisa ra.. gw harus ketemu lu..”
”Oklah... dimana?”
”Gw tunggu jam 19.00 di mall deket kampus”.
”Sipp”
Malam itu gw ngajak sahabat gw buat nemenin. Pas ketemu entah kenapa suasana jadi canggung.
”Lu udah lama nunggunya” Sapa ku mencairkan suasana.
”Belum ko...” jawabnya

Sambil melepas lelah dan makan camilan yang gw beli kita duduk – duduk. Dan disitulah dia nembak gw. Astagaaa... disaat seperti ini ada aja sih masalahnya. Yang kemarin belum kelar udah nambah lagi.  Mungkin bagi sebagian cewe – cewe lain di tembak cowo adalah hal yang biasa. Tapi buat gw itu nggak biasa karena gw harus menyakiti satu hati karena di hati gw masih ada sesosok pria lain, sama seperti sebelumnya rasanya berdosa banget kalau ada yang menyatakan perasaannya tapi gw nggak bisa ngebalesnya. Dengan perlahan gw kasih penjelasan ke dia kenapa gw nggak bisa menerimanya. Gw ceritain sebagian apa yang lagi gw alamin. Dan gw minta maaf atas keputusan gw saat itu. Untungnya dia bisa mengerti apa yang menjadi keputusan gw. Walaupun katanya dia masih siap menunggu. Gw diam seribu bahasa, entah apa yang harus gw katakan lagi setelah dia menceritakan setahun menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cintanya ke gw. Gw berharap dia akan mendapatkan yang lebih baik dari gw.
Keesokan harinya....
Ddddrrtttt... ddrrrtttt...
Sebuah pesan suara masuk, dan ternyata itu sebuah lagu yang dikirimkan dio buat gw. Lagu yang isinya meyakinkan hati gw. ”Haaahhhhh >.<” rasanya gw pengen teriak... sebenernya maunya dia apa sih.. seenaknya narik ulur gw.. dikira gw layangan kali ya...
Merenung... merenung dan merenung, apa ini cara Tuhan menghadirkan cinta dalam hidup gw?? Cuma pertanyaan yang entah siapa yang bisa menjawabnya.
Dua hari berlalu, dio hubungi gw lagi, menanyakan bagaimana lagunya? Tanpa pikir panjang gw menanyakan apa maunya dia. Bagaimanapun gw sebagai cewe butuh kepastian, yang bukan hanya status belaka. Pada akhirnya kita berkomitmen untuk melanjutkan kisah kasih yang rajutannya belum selesai.

Agustus

Banyak rasa yang tak bisa terungkapkan. Membiarkan rasa ini mengalir seperti air. Seiring berjalannya waktu seolah semuanya semakin terasa manis. Walau banyak badai yang menghalangi cinta kami. Dari jarak dan waktu yang tak pernah berpihak kepada gw dan dio. Fansnya dio yang selalu saja ngebully gw. Sampai-sampai ada dio terjebak oleh wanita yang rela kehilangan harga dirinya demi dio menjadi miliknya. Gw cuma bisa pasrah saat itu dan beranggap kalau dio memang tercipta untuk gw, Allah akan melindunginya dari apa pun yang berniat mengotori cinta kami. Semua kejadian ini merupakan pengalaman yang baru dan berbeda. Uniknya seperti dalam film, mungkin ini skenario yang sudah tertuliskan. Tinggal bagaimana gw memainkan dan mengakhiri semua cerita ini agar happy ending. Itulah harapan gw.

Lebaran.. 08 Agustus. Suatu tanggal yang gw dan dio sepakati sebagai tanggal jadian kita untuk yang kedua kalinya. Kita berharap hubungan ini bisa seperti angka 8 yang nggak terputus. Sangat indah hubungan ini.. gw bersyukur banget bisa kenal dio. Begitu juga dio. Suka cita kita hadapin bersama.. namun pada akhirnya berakhir dengan canda dan tawa bersama.

September

Waktu pun semakin tak berpihak pada gw. Kesibukan kerja dan kuliah menerpa hingga tak ada lagi waktu untuk bertemu. Namun komunikasi masih tetap berlanjut. Hingga pada akhirnya, gw nggak dapet kabar dari dio. Satu hari... dua hari... tiga hari... gw nunggu kabar dio. Hpnya tidak bisa di hubungin. Hingga malam harinya teman kosannya menghubungi jika dio sakit dan sempat di rawat.

”Hallo.. Dira?”
”Iya ka.. ada apa?”
“Humm.. mau ngabarin kalau dio sakit. Dan dia nggak bisa hubungin kamu dulu saat ini. Kamu jangan kuatir ya.. nanti dio yang akan hubungin kamu duluan“. Jelasnya
“Maksud kk apa? Dio sakit apa ka? Kenapa aku harus nunggu dio yang hubungin duluan?“.
“Emangnya kamu nggak tau de? Dio nggak pernah cerita ke kamu?“
”Tau apa? Cerita apa?”
”Humm... mungkin lebih baik dia sendiri yang jujur ke kamu”.
”Ka.. please ceritain ke aku... sebenarnya ada apa?”
“Dio sudah setahun ini sakit kanker de… dan sekarang dio ada di Bali. Kemarin mamanya jemput supaya dio di rawat di sana aja. Dekat dengan keluarganya”.

Deeeeggggg…. Jantung ini berasa ingin berhenti.

”Kk harap kamu bisa nerima dia.. yang sabar ya de”

Tak bisa berkata apa-apa lagi.. Tuuutttttttt.. Tuuuttttt... Tuuutttt... Seketika percakapan itu berhenti.

Hampir seminggu menunggu kabar. Dan tiba-tiba Handphone pun berdering.

”Halo bhii.. apa kabar?”

Masih termangu apakah ini dio?

“Bhii.. bhii... ko nggak jawab?”
“Ah iya.. baik.. kamu apa kabar?”Seperti mendapat samberan tak kuasa menahan air mata ini.
”Bhii.. kamu kenapa?”
”Kamu yang kenapa.. kenapa nggak pernah cerita.. kenapa kamu selalu menunjukkan  kamu baik-baik aja?.. kenapa huh.. kenapa?”.Protes
”Heiii.. heii... hei.. pacar aku kenapa jadi melow gini sih..”
”Masih mau  ngalihin lagi kamu? Sekarang aku minta kamu jujur kamu kenapa?”
”Aku nggak apa-apa sayaaaanngg”. Menegaskan.
”Kamu bohong.. kamu bohongin aku kan? Aku cuma pengen kamu itu jujur. Apa susahnya sih?”. Kesal dira yang tak kuasa lagi menahan sesak di dadanya.
”Ok.. ok aku jujur.. tapi kamu janji jangan nangis kaya gini”.
”Humm..”
”Maaf karena kamu harus tau dari orang lain. Aku nggak bermaksud untuk ngeboongin kamu. Aku cuma pengen kamu sayang sama aku emang bener-bener tulus. Aku nggak mau di kasihani sama kamu bhii. Dari awal emang aku nggak mau ngasih tau kamu tentang kanker aku ini. Aku udah setahun sakit ini. Tapi semenjak kenal kamu, aku ngedapetin semangat hidup baru. Aku mau operasi, aku mau di kemo. Makanya aku nggak mau ngasih tau hal ini ke kamu. Maafin aku bhii”.

Sesak.. sakit.. entah apa yang membuat rasa sesak ini.

Oktober

Waktu terasa begitu lama untuk berputar. Menunggu akan adanya kabar baik yang menyapa. Namun hari demi hari semakin jarang kita berkomunikasi. Sms, Whatsapp, Line, Wechat, sampai pesan di Facebook semuanya tidak dibales. Bahkan ketika ingin meneleponnya handphonenya mati. Operasi, lalu koma. Entah berapa hari kau tertidur. Seminggu, dua minggu. Atau mungkin karena jadwal kemo yang terlalu menguras tenagamu. Entahlah semua itu terlalu sakit untuk ku pahami.

Sebuah lagu terdengar dari hpku...
Terlihat dalam layar ”My Bhie...”
Sontak langsung ku angkat.

”Hallo sayang.. maaf ya udah buat kamu khawatir. Aku udah baca semua pesan-pesan kamu. Mungkin mulai saat ini dan kedepannya kita bakal jarang komunikasi lagi. Atau mungkin tidak usah sama sekali. Merasakan sakit yang aku alami sudah membuat fisikku terluka. Aku nggak mau hatiku terluka mengingat kamu yang begitu kuatirnya sama aku. Seharusnya aku yang ngelindungin kamu. Bukan seperti ini. Aku cuma ingin kamu bahagia. Bahagialah dengan yang lain.. dan aku akan melihat  kebahagianmu dari atas sana. Aku akan menjadi pelangi ketika kau sedih, aku akan menjadi angin ketika kamu sendiri, dan aku akan menjadi bintang ketika kamu kesepian. Tunjuk bintang yang kamu sukai dan aku akan ada di sana merindukanmu.”

”hehehehe... (sambil mengusap air mata). Kamu apa-apaan si.. kenapa jadi puitis gitu. Kesurpan para pujangga ya??” tanyanya seolah tak menghiraukan.

”Aku kangeeeennn banget sama kamu bhii... rasanya pengen ada disamping kamu seperti aku masih di jakarta.”

”Aku juga...”Dira terisak-isak menahan sakit di kerongkongannya seolah kata-kata yang ingin disampaikan tertahan.

Nopember, Desember, Januari, Februari...............................
Tak terasa bulan dan tahun berganti secepat yang tak ku kira. Problematika yang berbeda mewarnai kehidupan. Dari dapat kabar baik dio akan di rawat di jakarta hingga akhirnya tidak jadi karena akan sulit nantinya jika mengganti dokter, Operasi transplatasi yang membahayakan, kemo yang tak kunjung membaik, dio putus asa sampai akhirnya dia menuduhku selingkuh dengan pria lain. Meyakinkannya, memberi semangat dan mendo’akannya hanya itu yang aku bisa.

05 Maret

Sepulang dari kantor tak kuasa ku menahan rasa bahagia. Dia datang ke jakarta hanya untuk bertemu denganku.
”Bhie, besok kan kamu ulang tahun.. apa harapan kamu?”
”Kamu mau aku seperti apa?”
”Kalo harapan aku sih cuma pengen kamu sembuh” Ucap Dira dengan tampang polosnya.
”Bhii.. bhii... kalau suatu saat nanti aku pergi. Kamu jangan sedih ya kalau perlu kamu cepet-cepet cari pengganti aku biar ada yang jagain kamu, dan nanti aku di atas sana akan selalu mendo’akan kamu, menghibur kamu, menjaga kamu. Aku akan minta sama Allah supaya kamu selalu dalam lindunganNya”. Jelas Dio
”Kamu ngomong apaan sih bhie... yang mengatur hidup matinya manusia kan Allah. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa. Pokonya kamu harus rajin-rajin sholat, minta sama Allah supaya di sembuhkan”.
”Iya sayang... kamu emang selalu bikin aku tenang dan nyaman ada di samping kamu. Nggak peduli bagaimana aku.. Tapi kalau pun itu semua terjadi, ketika kamu sedih aku akan menjadi pelangi, ketika kamu kesepian lihatlah ke langit diatas sana aku akan menjadi bintang, dan di saat kamu kesepian rasakan kehadiranku sebagai angin yang menyejukkan. Semua ini harus kamu ingat ya sayang...”Ucap Dio yang membuat Dira tak kuat menahan air matanya.


06 Maret

”Happy Birthday My Bhie.. Happy For You My Bhie...” Dira bernyanyi dengan riangnya..

Kejutan dari Dira yang membuat Dio tercengang. Sebuah blackforest lengkap dengan lilin yang menyala serta gambar sketsa.


07 Maret

Kepulangan ke kotanya membuatku sedih. Akankan kami bisa bersama lagi.
”Bhii... jaga diri kamu baik-baik ya.. jangan lupa ibadahnya, jangan sampai sakit, jangan banyak pikiran.. oke (” Dio mengingatkan.
”Kamu juga ya bhie... jangan nakal-nakal disana.. harus nurut apa kata mama dan dokter kamu, jangan di tinggalin ibadahnya”. Ucap Dira tak mau kalah
”Oh iya.. jangan lupa ya cepet-cepet cari pengganti aku.. nanti kalo udah kamu kasih listnya biar nanti aku test dulu” Ucap Dio meledek.
”Aish.. nyebelin banget kamu... kemarin aja kamu marah-marah, cemburu nggak jelas nuduh aku selingkuh sama temen kamu.. eh sekarang malah suruh nyari lagi. Yakin.. kamu nggak cemburu? hahahha” Dira tak mau kalah meledek
”Ya.. asal jangan ama temen aku juga bhii... kamu tuh ya.. ngegemesin banget sih...”Seraya mencubit pipi Dira.
”udah ya.. nanti kalau udah nyampe aku kabarin kamu.. Love you..”
”Love you too bhie..”

09 Maret

Tidak ada firasat apa-apa namun hati ini seperti berhenti berdegub, serasa semuanya berhenti. Handphone pun berdering dan tertulis di layar mama Dio.
”Dira sayang.. maafin tante ya harus ngasih kabar ini ke kamu. Sayang, dio udah nggak ada. Dokter udah meriksa semuanya. Tante juga masih nggak percaya kenapa bisa secepat ini disaat seminggu kemarin Dio di kabarkan membaik”Ucap mama Dio sambil terisak-isak.
”Tan...te... ”Ucap Dira terbata-bata
”Maafin semua kesalahan Dio ya sayang.. Tante harap kita akan bisa terus berkomunikasi seperti ini”
”Iyaa tante.. maafin aku ya aku nggak bisa nganter Dio sampai ke tempat peristirahatannya”Jelas Dira seraya menangis.
”Udah ya sayang.. tante mau ngurusin Dio dulu. Tante harap kamu bisa selalu ngedo’ain Dio. Kamu udah tante anggap seperti anak sendiri. Tante sayang sama kamu”
”Iya tan.. tante jangan nangis terus ya.. kasian Dionya”. Sambil terisak-isak
”Iya sayang..”

Kabar dari mamanya Dio membuatku sakit. Entah rasa sakit apa ini. Bahkan untuk menelan air liur pun sulit. Seolah tak percaya apa yang barusan aku dengar.

Mungkin ini takdir Allah mempertemukan gw dengannya. Menjadi bagian akhir dari kisahnya. Menutup catatan kecil dalam skenario yang telah tercipta. Harapan demi harapan hanya sekedar harapan belaka. Tak ada yang tau kapan Allah akan menutup skenario hidup hambanya.

”Dio.. selamat jalan. Semoga kamu tenang disana. Kisah kita memang telah usai. Namun hidupku masih tetap berlanjut. Terima kasih udah mengajarkan aku arti sebuah pengorbanan, perjuangan hidup, semangat mu tak kan pernah pudar selagi kanker telah merenggut nyawamu. Tetaplah menjadi angin yang menyejukkan, pelangi yang indah, dan bintang yang bersinar, seperti yang kau janjikan”

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Yang harus dilakukan sekarang adalah belajar untuk ikhlas.

~ THE END ~

Minggu, 09 Maret 2014

~ The Ice Princess ~



Title :
~ The Ice Princess ~

Main Cast :
Michiko Chou Lynn
Asta Ichiro
Kevin Fico Saverio
Yuuri Fiorenza

Genre :
Romance, Drama, Family

Author :
PureLight Star

Sepi dan sendiri... lagi dan lagi seperti ini. entah sampai kapan semuanya berubah. Aku kangen mama... aku kangen ka ara... kenapa kalian pergi tanpa mengajakku!!

Derai tangis Lynn semakin menjadi, ketika melihat foto keluarganya yang terselip di buku diarynya. Air matanya jatuh membasahi setiap lembaran cerita yang di tulisnya. Diary.. saksi bisu dan sahabat setia yang selalu menemani selama 10 tahun belakangan ini. Kini usianya 16 th. Kehidupannya berubah semenjak Ibu dan kakaknya meninggal karena kecelakaan. Ayahnya harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sekaligus melengkapi sepotong kasih sayang yang terhenti untuk Lynn. Lynn terbiasa mandiri dari kecil, melakukan semua hal yang dianggap berat untuk seorang anak kecil seperti Lynn saat itu. Hidupnya yang selalu berpindah - pindah dari kota yang satu ke kota yang lainnya disebabkan oleh pekerjaan ayahnya yang selalu berpindah - pindah sangat mempengaruhi karakter Lynn. Lynn selalu menyendiri, sifatnya yang dingin dan pendiam membuatnya tidak mempunyai teman. 

Lelah menangisi dan mengenang masa lalunya yang teramat indah membuatnya terlelap. Hingga dia tak sadar jika ayahnya masuk ke dalam kamarnya. Melihat Lynn yang hampir setiap hari seperti ini, membuat sang ayah merasa hatinya tersayati. Memang berat menjadi single parent, terlebih dia harus memberikan kasih sayang yang pernah di berikan ibunya. Membereskan buku diarynya, menyelimuti dan memberikan kecupan kecil di kening. "Maafkan papa ya Lynn, belum bisa memberikan yang terbaik selama ini untuk kamu. Tapi papa janji akan selalu ada di sisi kamu sampai kapanpun".  Ucapnya dalam hati seraya meninggalkan Lynn yang sudah terlelap.

************

Hampir setahun Lynn bersekolah di Incheon Art High School, namun tak ada seorang pun yang ingin menemaninya. Saat istirahat atau jam kosong di kelasnya Lynn selalu mengisinya dengan menggambar apapun yang ada di benaknya. Buku yang selalu menemani dan menyalurkan hobi menggambarnya sejak kecil. Sudah banyak sketsa yang Lynn buat. Setiap ada yang mendekati Lynn walau hanya untuk bercengkrama berbagi cerita, Lynn selalu menghindar. Hingga tak seorang pun yang mau berteman dengannya.

”Joheun achimieyo... Hari ini kita kedatangan murid baru. Deuro osipsiyo Yuuri~ah... dan perkenalkan dirimu”

Yeoja cantik dengan rambut panjang terurai memasuki ruang kelas dan memperkenalkan dirinya.

”Annyeong Haseyo... Jeoneun Yuuri Fiorenza imnida, joeneun Yuuri-rago imnida.. saya harap kita dapat berteman baik. Mannaseo Bangapseumnida yeorobun. Kamsahamnida” Sapa Yuuri menyunggingkan bibir imutnya dan sedikit membungkukkan badannya.

“Kamsahamnida Yuuri~ah... Eoseo oseyo.. Silahkan kamu duduk disana”Sapa Seonsaeng~nim seraya menunjuk ke tempat duduk yang kosong di samping kanan Lynn.

“Kamsahamnida..”


************

“Annyeong haseyo, yuuri imnida..” sapa Yuuri.
”Annyeong haseyo, Lynn imnida..” tekas Lynn.
”Semoga kita bisa berteman baik..” Ucap Yuuri dengan riangnya.
”yeaaahh...”

Jam Pelajaran pun berlalu. Semua murid – murid pergi meninggalkan kelas, terkecuali Lynn dan Yuuri. Seperti biasanya Lynn mulai menggoreskan pensilnya untuk melanjutkan gambarnya yang belum terselesaikan.

”Lynn, kau tak makan kah?” tanya Yuuri.
”Kau saja sana!! Aku tidak lapar”

Yuuri hanya bisa terdiam mendengar jawaban ketus Lynn. Tanpa berkata lagi, Yuuri memperhatikan goresan tangan Lynn yang sedang menari di atas kertas putihnya. Cantik... menawan... ya seperti itulah Lynn bercerita... Berbicara melalui garis dan diam dengan titik di akhir goresannya.

”Sketsanya bagus... aku suka.. sepertinya kamu suka menggambar ya?” Tanya Yuuri.

Dengan mata tajamnya Lynn hanya sekedar meliriknya.

”Sepertinya kau tak suka dengan kehadiranku ya?” Tanya Yuuri lagi.
”Ya.. sudah sana lebih baik kau dengan yang lainnya dari pada kau harus sakit hati dengan sikapku”. Jawab Lynn seraya meninggalkan Yuuri sendirian di kelas.

Menyendiri di sebuah taman. Tanpa di sadari ada seseorang yang selalu memperhatikan Lynn. Fico.... namja yang hampir setahun belakangan ini selalu memperhatikan Lynn. Namja terpintar di sekolah itu. Entah apa yang membuat namja itu tertarik dengan Lynn. Yeoja dingin dan pendiam. Seperti itulah dia di kenal.

************

“Jepreeett...”
Satu ekspresi Lynn di curi.

“Aigoo.. Lynn sepertinya kau sedang ada masalah” Fico memandangi foto yang baru saja di ambilnya.
“Aku bersedia menjadi tempat bersandarmu, namun apa kau mau?”

Keraguan Fico mencuat seiring ketakutan penerimaan Lynn yang akan di dapatkannya. Setiap ada kesempatan untuk mendekatinya selalu muncul bayangan Lynn yang tidak ingin dirinya berada di sampingnya.

Dengan sigapnya memukuli kepalanya “Ficoooo... apa yang kau pikirkan!! Sekarang pikirkan bagaimana caranya agar Lynn tidak sedih lagi”

************

“Bruuukkk.....”
Tiba - tiba Lynn terjatuh ke tanah. seorang namja menghampirinya. 
"Hei... kau tak apa?" tanya namja itu bingung.
Lynn tak memberikan reaksi apapun, tanpa pikir panjang namja itu menggendongnya menuju ruang rawat sekolah. 

"Lynn saat ini butuh istirahat, dia sangat kelelahan di tambah lagi pantulan bola basket yang mengenai kepalanya". Terang dokter

"Baiklah dok, kamsahamnida"


"Hoh.... Jadi, kau yang bernama Lynn, yeoja dingin itu" Asta menyunggingkan senyum sinisnya.


************

Minggu, 23 Februari 2014

You're Smile And My Spirit - Part 3

Qaireen @Taman, 21.10

“Sayang... kamu kenapa?? Apa yang kamu sedang pikirkan?” Tanya Qaireen dengan wajah pucat pasi.
“Entahlah.. ada sesuatu yang mengganjal di otakku, dan aku pusing memikirkannya” Jawab Bintang.
“Sayang kamu ingatkan janji kita di awal hubungan kita, jujur, saling percaya,  dan saling berbagi. Cerita dong sayang..” Rayu Qaireen
”Aku masih belum bisa menceritakannya semua.. karena aku takut menyakiti hati orang sayang”. Jelas Bintang
”Jadi ini semua ada kaitannya dengan perasaan? Apakah aku termasuk didalamnya?” Tanya Qaireen.
”Ya...” Ucap Bintang
Dengan sedikit raut sedih Qaireen menjelaskan ”Sayang kamu taukan aku lebih baik disakiti dengan kejujuran di banding di bahagiakan dengan kebohongan? Kamu ga pernah lupa itu kan?” Tanya Qaireen.
Sedikit ragu-ragu Bintang pun menjelaskan apa yang ada di pikirannya. Karena dia tau karakter Qaireen yang tidak suka menunda-nunda untuk menyelesaikan masalah. Serapat-rapatnya aku menyembunyikan hal ini pasti suatu saat nanti pun dia akan mengetahuinya. Lebih baik dari sekarang Qaireen tau hal ini sebelum akhirnya lebih menyakitkan.
”Sayang aku minta maaf karena selama ini ada satu hal  yang nggak pernah aku ceritakan ke kamu” Ucap Bintang memulai pembicaraan.
”Tentang apa?” tanya Qaireen
”Perasaanku, tadi kamu kenalan dengan seseorang yang bernama Kejora kan?” Tanya Bintang
”Ya... lantas apa hubungannya dengan dia?” Tanya Qaireen yang sudah menduga kalau dia yang akan tersakiti.
”Aku dan dia sudah berteman sejak kecil, awalnya rasa sayangku ke dia hanya sebagai seorang adik, namun setelah kita beranjak remaja rasa itu mengharapkan yang lebih, aku mencintainya...”
Air mata pun jatuh dari singgasanya, dengan sedikit sesenggukan ”Lalu apakah rasa itu masih ada sampai saat ini?” Tanya Qaireen.
”iya sayang, awalnya aku menjalin hubungan denganmu ingin menghilangkan rasa ini ke kejora. Tapi entah kenapa rasa ini tak mau pergi. Aku ingin sekali merubah semuanya, menyayangi kamu, merajut masa depan kita.. Aku berusaha untuk tidak mencintainya lagi.. tapi ini semua terasa amat sangat berat”. Jelas Bintang menceritakan apa yang sedang di rasakannya saat ini.
”Jadi.. (sesenggukan) karena dia kamu selalu menunda – nunda pernikahan kita?” Tanya Qaireen yang sudah berlinangan air mata.

*****
Kejora @Taman, 21.20




Kejora yang dari tadi bersembunyi dan mendengar semua percakapan dari balik pohon pun menghampiri Bintang dan Qaireen. Kejora tak menyangka jika selama ini Ka Bintang mencintainya. Pelan – pelan kejora melangkah... dan Bintang pun menyadari kehadiran Kejora.
”Kejora....” Lirih Bintang.
Qaireen pun dengan sigap menghapus air matanya..
”Eonni... mianhae … jeongmal mianhae...“ Seraya memeluk Qaireen yang diam membisu.
”Kejora... ”Lirih Qaireen membalas pelukannya.
”Eonni... aku mohon padamu tetaplah di sisi Ka Bintang.. aku mohon...” Memperat pelukkanya.
”Ara... kenapa kamu begini?”
Bintang hanya bisa terdiam melihat 2 yeoja di depannya saat ini. Bintang bingung apa yang harus dilakukannya saat ini.
“Eonni, aku mohon padamu ajari Ka Bintang untuk mencintaimu.. bersabarlah.. aku yakin suatu saat nanti dia akan mencintaimu..”
Qaireen kaget akan semua permohonan Kejora... mengapa harus dia yang meminta maaf dan memohon Qaireen untuk tetap berada di sisi Bintang. Dalam diamnya Bintang terkejut  apa yang telah di katakan Kejora.
”Ka Bintang... Aku mohon padamu, Belajarlah mencintai Eonni. Apa kau tega menyakiti hati wanita... itu sama saja menyakiti eommamu sendiri ka.. apa Kakak sadar siapa yang selama ini menemani kakak, selalu berada di sisi kakak ketika kakak senang ataupun sedih? Apa selama ini pembuktian cinta eonni ke ka Bintang kurang cukup? Ka... aku mohon ingatlah kenangan – kenangan indah saat kalian berdua.. Apa kakak mau semua kenangan itu terhapus? Ka Bintang.. Buka hati kakak... Lihatlah yeoja yang selama ini telah mencintaimu sepenuh hatinya..” Jelas Kejora menahan tangisnya karena apa yang di ucapkan sangat menyakiti hatinya. Tak bisa memungkiri jika memang selama ini Kejora pun sangat mencintai Ka Bintang.
”Ka... aku mohon...” Lirih Kejora.

*****

Bintang @Taman, 21.45

Seperti mendapatkan sebuah tamparan yang begitu menyakitkan. Bodoh.. sangat bodoh.. ”Mengapa aku baru menyadarinya.. Qaireen benar-benar sangat mencintaiku.. lantas selama ini aku mengkhianatinya.. mengkhianati cintanya.. dan saat ini aku telah melukai hatinya... Babo.. Babochoreum” Ucap Bintang dalam hati.
Cinta ini.. sudah membutakan hatiku..
Tak Kuasa menahan air matanya, Aku memeluk erat Qaireen.
”Chagi ~ ah... mianhae … jeongmal mianhae... Jangan tinggalkan aku, aku janji akan selalu disisimu.. Aku akan menanggalkan semua rasa ini, dan kembali merajutnya untukmu.. hanya untukmu chagi~ah.. Mulai saat ini, kita rajut masa depan kita bersama-sama ya sayang.. Saranghae Qaireen..” Seraya memeluk Qaireen.
”Naneun neoreul sarang hada... nae da maeummiro nan saranghae.. jeongmal saranghae oppa...” seraya membalas pelukan Bintang.



*****

Kejora @Taman 22.00

Perlahan – lahan Kejora memundurkan langkahnya.. meninggalkan suasana haru yang terlihat di depannya. Walau hatinya harus sakit namun ada rasa bahagia melihat Ka Bintang dan ka Qaireen bersatu.
Berlari dan meninggalkan taman itu dengan isakan tangis yang menderu. ”Ra... kamu kuat... pasti kuat” Pikirnya meyakinkan hatinya yang saat ini pilu.

********

One month later  -  Kejora @Kejora Room, 22.15



“Wahai bintang di langit apakah kau bahagia menyinari malam yang kelam??“tanya kejora dengan lantangnya. “Aku rasa kalian sangat bahagia, pancaran sinarmu begitu terang. Aku ingin sepertimu. Tanpa lelah menyinari orang lain, ya memberikan kebahagiaan untuk orang-orang yang aku sayangi. Seperti namaku Kejora, bukankah kejora itu nama bintang yang paling terang?? Baiklah aku akan membuktikannya. Aku senang sekarang orang-orang yang ku sayangi telah menemukan kebahagiaannya. Ka Kenzie sekarang telah menemukan seseorang yang begitu istimewa, tidak hanya memberikan cintanya pada ka Kenzie tapi kepadaku dan orang tuaku. Ka Bintang.. dia juga sudah bertunangan dengan gadis yang tulus mencintainya, dan mungkin beberapa bulan ke depan akan melakukan pernikahan. Kelima sahabat karibku, mereka juga menemukan kebahagiaanya sebagai wanita seutuhnya. Dan beberapa dari mereka juga sudah memberikanku keponakan yang cantik dan tampan. Kedua Orang tuaku, aku tidak tahu dimana letak kebahagiaan mereka yang sejati, hanya saja melihat mereka tersenyum mendapati aku dan ka Kenzie tumbuh dewasa dan menjadi anak yang mereka harapkan senyum kebahagiaan itu terlihat jelas di pelupuk mataku. Aku??? Aku bahagia melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia. Hmmm cinta, cinta sejati ya? Aku rasa kelak aku akan menemukan bintang yang lainnya di luar sana yang memang sudah di takdirkan sebagai cinta sejatiku. Seperti kalian wahai bintang-bintang di langit, mungkin di beberapa belahan bumi yang lainnya tidak ada yang bisa melihatmu. Tapi aku disini dan di beberapa belahan bumi yang lainnya pula dapat melihatmu tersenyum memancarkan cahaya keemasan yang tulus, Aku bahagia melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia.. Kebahagiaanku biarlah allah yang menentukan.. alhamdulillah terima kasih ya allah“. Ucap Kejora mengukirkan senyum di bibir manisnya. :D



~~~~~ TAMAT ~~~~~

Kamis, 31 Oktober 2013

You're Smile And My Spirit - Part 2

“Itu seperti Ka Bintang, tapi apa benar itu ka Bintang?“ Kejora menatap penuh tanya dalam hati. Lamunannya tersadar ketika makanan yang Kejora pesan sudah datang. Dengan lahapnya Kejora menyantap makanannya tersebut, menghiraukan apa yang barusan saja ia pikirkan. “Aku tidak mau acara ku hari ini bersama oppaku menjadi tidak menyenangkan, lebih baik lupakan sejenak pikiran-pikiran aneh yang melesat dalam benakku ini“.
*****
@Perjalanan menuju rumah, 16.45

Terlintas kembali pikiran tadi siang, dalam benak ini muncul berbagai pertanyaan. “Apa benar yang tadi kulihat itu Ka Bintang? Siapa yeoja yang di gandengnya? Apa dia kekasihnya?“ rasanya sakit sekali harus memikirkan hal seperti ini. Sudah lama sekali aku memendam rasa padanya. Yang awalnya hanya rasa sayang terhadap seorang kakak namun tiba-tiba rasa itu berubah ketika ku beranjak dewasa. Rasa nyaman disisinya sangatlah berbeda ketika ku berada di sisi Ka Kenzie, semenjak itu aku baru menyadari bahwa aku punya rasa yang begitu dalam padanya. Dan setahun yang lalu ketika ku berada di Amerika aku memutuskan dan mencoba untuk melupakan rasaku, namun semakin ku melupakannya semakin dalam rasaku. Hingga pada akhirnya aku sedikit bisa melepaskan rasa itu. Namun ketika ku kembali ke Indonesia rasa itu mulai tumbuh kembali ketika di saat aku membaca serangkaian kata-kata penyemangatku dulu.
“ra, pegangan !! “ tegur Kenzie yang menyadarkan lamunanku seraya menarik gas motornya lebih kencang lagi. Aku pun memeluk erat Kenzie merasakan tubuh hangatnya dan angin semilir yang membelai rambutku, menikmati kembali indahnya hidup, nikmatnya oksigen yang kuhirup dalam-dalam. Semua itu begitu nikmat.

*****
Bintang room’s, Korea 23.25

“dddrrrrttt.. drrrtttt... drrrrtttttt...“
“huuuhh, siapa sih yang sms tengah malem seperti ini, mengganggu saja, kyaaaaa... hah jadi kalah kan“. Keluh Bintang
Dengan malasnya Bintang menjangkau ponselnya. Lalu membacanya. “Ntang, ade kesayangan gw udah pulang dari Amerika, apa kau tidak kangen dengannya??“
Dilihatnya sebuah bingkai foto di meja kecil dekat tempat tidurnya, disana terpajang foto 3 anak kecil yang sedang berpose lucu dan disebelahnya terdapat foto 3 orang remaja berpakaian seragam SMA. Kenzie, Bintang dan Kejora. Mereka bersahabat sejak kecil dan bahkan sudah seperti saudara. Bintang memang selalu membawa foto-foto ini ketika aku pergi dalam tempo yang lama. Kenzie dan Bintang juga teman satu kantor, hanya saja mereka berbeda departemen. Kenzie di departemen pemasaran sedangkan Bintang di departemen Personalia. Karena jadwal masing-masing yang sangat padat walaupun satu kantor mereka jarang bertemu, sesekali bertemu jika ada meeting dan acara kantor. Sudah hampir dua bulan ini Bintang mendapatkan tugas di Korea.  Bintang berdehem dan kembali fokus ke layar ponselnya lalu menekan layar ponselnya untuk membalas pesan dari Kenzie.
“yak kau... dasar babo.. menggangguku sedang bermain game saja. Jadi kalah kan... >.<. Mwo??? Kejora sudah pulang?? Wah aku kangen sekali dengannya. Agh tapi sayang sekali aku sekarang sedang di Korea. Kalau saja aku di Indonesia sudah ku hampiri dia malam ini juga.“
“dddrrrrttt.. drrrtttt... drrrrtttttt...“  Ponsel Bintang kembali bergetar.
“hei... usiamu sudah tua masih saja betah berkencan dengan PSPmu. Hahaha :P terus kapan kau pulang?? Jangan lupa oleh-olehnya, cwe cantik buat gw.“
“huhh.. biarkan saja, PSPku ini memang kekasih pertamaku, dan masih mending aku sudah punya kekasih. Sedangkan kau?? Gebetan saja tak punya hah... :P. Rencananya aku pulang minggu depan jika sudah tidak ada urusan lagi disini.  Aiisshh kau itu juga sudah sering ke Korea. Kenapa tidak kau bawa pulang sendiri huh.. >.< “ Balas Bintang.
Dan selang beberapa menit ponsel Bintang kembali bergetar. “dddrrrrttt.. drrrtttt... drrrrtttttt...“
“baiklah, kalau sudah di Indonesia hubungi aku. Aku akan susun rencana untuk pertemuan kita nanti.”
“yaaakk.. aku sms panjang lebar hanya di jawab satu kalimat saja. Huft...“

***** 
One week later  - Bintang @Airport Soekarno Hatta, 14.14                                                                                                                                                
 “Hmmm rasanya sudah tidak sabar lagi ingin bertemu Kejora” ucap Bintang pelan seraya menarik sebuah koper besar dan menggenggam erat sebuah boneka teddy bear kecil. Aku memberhentikan taxi dan menyebutkan alamat yang di tuju. Ku ambil ponsel di saku celanaku dan mencari no contact Kenzie.
“Kenzie, aku sudah di Indonesia. Aku sudah tidak sabar lagi ingin memberikan surprise untuk Kejora”.
Di seberang telepon. “ Yak, ntar malam rencananya aku akan makan malam di luar dengannya, kau datang saja ke restoran biasa. Sepertinya dia kangen dengan masakannya dan ingin makan disana“.
“ok baiklah nanti malam aku kesana“. Tuuuutttt. Aku memutuskan sambungan teleponnya.

***** 
Bintang room’s, 16.05

Ku regangkan tubuhku untuk merilekskan otot-otot yang menegang. Kurebahkan dalam sebuah kasur yang hangat dan empuk. Semilir udara yang berasal dari AC memanjakan kelopak mata. Kupejamkan mata ini. Teringat kembali kejadian ketika aku masih kelas 2 SMA.
*Flashback*
Malam yang kelam disertai rintik hujan yang tidak begitu deras aku menusuri sebuah tepi jalan. Aku tak tau harus kemana aku melangkah, aku sedang sedih karena orang yang sangat berarti dalam hidupku harus meninggalkanku tanpa adanya sebuah kata perpisahan. Aku terduduk di sebuah halte yang memang saat itu sangat sepi, selang beberapa waktu aku terdiam ku dapati seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingku.
“Sedang apa kau disini? Bukankah harusnya kau berada di Rumah Sakit untuk melihat paman yang terakhir kalinya?“ Tanya Kejora yang memang dari tadi dia mengikuti Bintang pergi.
Bintang terkesima dengan pertanyaan itu dan menoleh ke arah suara gadis itu.
“Kejora.... “lirih Bintang
“Aku tau perpisahan itu pasti sangat menyakitkan, tapi aku yakin perpisahan yang ini merupakan awal dari pertemuan yang abadi suatu saat nanti, buat apa kau tangisi? Sedih boleh saja asal jangan berlebihan. Kasihan ayahmu, mungkin dia tidak bisa tenang di alamnya sekarang. Ini adalah takdirnya aku yakin paman bahagia karena sudah tidak menderita lagi atas penyakitnya“. Ucap Kejora panjang lebar.
“Aku tidak sedih“.Seraya menghapus air matanya
“Lalu sedang apa kau disini dengan matamu yang sembab itu?“Tanya Kejora mengeryitkan alisnya.
“hah... hmmm aku sedang menunggu bintang yang sedari tadi tak kunjung bersinar“
Dengan menyunggingkan senyumnya memandang langit malam. “Oh... hmm aku rasa Langit tidak akan mengizinkan bintang untuk bersinar malam ini jika bintangnya menangis, alhasil langit pun turut berduka atas kesedihan bintang. Apakah bumi akan bahagia jika sang bintang nampak namun tak bercahaya? Malam akan terasa hampa dan kelam.“
“Kejora.... “lirih Bintang tersenyum merangkulkan tangan kanannya ke pundak kejora. Kejora pun tersenyum lebar
“Ka Bintang demi apapun aku akan membuat kakak selalu tersenyum. Love you ka...“ucap Kejora dalam hati.
*Flashback End*
Kriiiiuuukkk.....
“Dasar babo, aku lupa memberikan makan untuk peliharaanku ini“seraya memegang perutnya. Rasa lapar yang luar biasa menyadarkanku dari lamunanku.

 *****
Kejora @Bandar Djakarta Ancol, 19.00 wib

Berdecak kagum, semuanya terasa lebih indah dengan pemandangan yang sungguh menankjubkan dan lampu remang-remang di sekelilingnya.
“hmm, aku mau yang ini, yang ini, ama yang ini, oppa mau apa?“ Tanya Kejora
Sambil memilih-milih menu makanan, di kejauhan Kenzie menangkap sesosok pria yang dikenalnya mengisyaratkan untuk diam. Kenzie pun seolah tak peduli akan kedatangannya dan tiba-tiba.... pria itu menutup kedua mata Kejora.
”waaaakkkk... siapa ini...” Kejora meraba-raba kedua tangan yang menutup matanya.
”Surprissseee...” Dengan ekspresi yang mengejutkan bintang menyodorkan sebuah boneka teddy bear kecil berwarna cokelat yang sangat lucu.
”Bintaaanngg, kanggeeenn...” tanpa sadar Kejora memeluknya.
”Aiiisshh, kau itu seperti yeoja babo yang tak punya malu saja seenaknya memeluk namja yang sudah punya kekasih”.Ucap Kenzie dengan santainya.
”huft..” decak Kejora. Seperti mendapat benturan yang sangat keras ketika mendapati seorang namja yang di cintainya sudah memiliki kekasih. Tetapi Kejora tak ingin suasana saat ini menjadi canggung, ia pun mencairkan suasana dengan bercerita selama dia berada di Amerika.

*****
Kejora Room’s,  22.30

Menghempaskan seluruh tubuhnya ke kasur yang empuk, menghela nafas dalam-dalam, berharap apa yang tadi di ucapkan Kenzie hanya mimpi.
“Jadi, yang waktu di ancol itu beneran ka Bintang sama pacarnya. Mungkin sekarang sudah saatnya melupakan Bintang, agrrkkkhh mana mungkin bisa dilupain, cuma bintang yang bisa buat gw tersenyum, cuma bintang bisa bikin gw nyaman disisinya, cuma bintang semangat hidup gw, bintang itu cinta pertama gw. Tapi, gw juga nggak mau buat pacarnya bintang sakit hati, gw dan dia sama-sama wanita, mana mungkin bisa gw menyakiti sesama wanita. Lebih baik gw yang merasakan sakit, dari pada dia. Lagian gw ga harus ngelupain kan?? Gw cuma harus ngilangin rasa cinta gw ke dia.... pasti bisa ko... hmmm” Perang batin
”Oklah, pokonya mulai malam ini gw harus bisa move on, membuka hati untuk memberikan kesempatan untuk bintang-bintang yang lain.... yuppsss ziayou kejora...” Ucap kejora menyemangati dirinya untuk tetap teguh pada pendiriannya.

*****
 Kejora Room’s,  08.30

Menatap silaunya cahaya matahari yang masuk ke kamarnya.
”Hmm, sebenarnya hari ini cerah banget buat main, tapi main ama siapa?? Ka Kenzie tiba-tiba ada panggilan mendadak buat pergi ke Korea, ayah sama ibu pasti sangat sibuk melayani pelanggan di toko apalagi hari minggu gini. Rumah terasa hampa, coba aja ada Kenzoniak (Teman Satu geng yang terdiri dari : Kejora, Naomi, Zora, Narania, Keiko)  pasti ga sepi kaya gini. Eh, apa gw ajak ka Bintang main aja ya.. hmmm pasti kalo minggu gini mah ka Bintang kencan sama pacarnya.. huft... beteeee... ” Seraya mengganti-ganti chanel tv.
Tiiinngg.. toooonnggg..
Suara bel rumah terdengar begitu nyaring.
”Sebentar...” teriak Kejora dari dalam.
Kejora pun membuka daun pintunya perlahan dan tiba-tiba berbagai pelukan dan cubitan di pipinya menyampiri.
”Aduuuuuhh... sakit tau”
”Kejora babo, kapan kau pulang, mengapa kau tidak kabari kami huh.. kau curang” celoteh Keiko
”iya untung saja, ka Kenzie memberi tahu kami kalau kau sudah pulang”Naomi menimpali. Dan yang lainnya hanya mengangguk mengiyakan.
”Aigoo, mianhae … jeongmal mianhae.. aku bukannya tak ingin mengabari kalian, karena aku takut mengganggu kesibukan kalian, aku juga belum siap menghadapi rasa maluku ke kalian, aku yakin pasti kalian semua sudah punya pasangan masing-masing kan?? Sedangkan aku...” rintih kejora
”Tapi arti sahabat itu, bukan takut karena ingin menganggu, tak ada salahnya bukan saling mengabari satu sama lain. Hmm mengenai itu kita bahas di dalam saja yuk.. masa di depan pintu seperti ini” ajak Nia.
Mereka pun bergegas ke Ruang tengah untuk saling melepas kerinduan mereka setelah hampir 5 tahun tidak bertemu dengan Kejora, sekalinya Kejora pulang mereka pun tidak di beri kabar.
”Hei, bagaimana hidupmu disana, ka Kenzie bilang kau resign dari pekerjaanmu, padahal disana kau bisa dapat apa saja yang mau, semua kebutuhanmu di sana sangat terpenuhi bukan? Atau kau tidak betah, atau mungkin pekerjaanmu disana membuatmu stress sehingga kurus kering seperti tak di beri makan??” Decak Zora
”huft, kau ini, masih aja cerewet seperti dulu, dugaanmu salah semua. Aku pulang ke Indonesia karena orang tuaku yang menginginkan aku berkarya di sini, di sinilah tanah kelahiranku, di sinilah aku di besarkan, dan disinilah hidupku, hidup dengan keluarga kecilku”. Jawab Kejora
”Lalu, apa kau disana sudah punya pacar? Aku begitu tercengang dengan jawabanmu tadi di depan”. Sindir Zora
Tersenyum malu ”kalian kan tau siapa cinta pertamaku, sulit rasanya untuk melupakan dia. Walaupun aku dekat dengan para lelaki disana tetap saja hatiku berada di sini. rasanya berdosa sekali kalau aku menjalin hubungan tanpa didasari cinta ya paling tidak sukalah, tapi ini aku tak ada rasa sama sekali yang ada aku akan menyakitinya.” Jelas Kejora
”Kau masih mencintainya?” tandas Nia
”Ya, tapi mulai hari ini aku akan menghilangkan rasa ini.”
”Kenapa?? Bukankah kau masih mencintainya, huh ??”Decak Naomi
”Dia telah memiliki tambatan hati, aku tak ingin kehadiranku kembali ke Indonesia malah menghancurkannya. Aku cukup bahagia dia telah memiliki kekasih yang perfect, yeoja itu cantik, tinggi, putih. Dan kalau aku lihat mereka berdua serasa pasangan yang ideal” Ucap Kejora seraya menyunggingkan bibirnya yang tipis memberi sinyal kalau hatinya saat ini tidak remuk.
”Sudahlah, kenapa jadi bahas aku... ayolah sekarang giliran kalian yang bercerita, ga puas tau kalau kalian cerita di chating aja” Bujuk kejora mengalihkan.
”Huh kau itu tetap menyebalkan, kalau cerita pasti selalu setengah, lalu bagaimana dengan hatimu, apa kau kuat menahan sakitnya kehilangan bintang?” Ucap Zora
”Hahaha, jangan ngambek gitu sayang.. (menyubit pipi Zora yang chubby). Aku ini sudah dewasa aku tau mana yang terbaik untukku, sebagai seorang wanita sejati dia nggak akan menyakiti sesama wanita, jika aku tetap mempertahankan rasa ini akan ada 2 hati yang tersakiti. pertama aku, hati ini nggak akan tenang karena aku telah menyakiti yeoja yang tulus mencintainya. Dan yang kedua, yeoja itu sendiri dia pasti sangat patah hati. Lagian aku nggak akan kehilangan dia, Bintang akan tetap menjadi seorang sahabat dan kakak bagiku. Aku hanya butuh waktu untuk menghilangkan rasa cinta yang telah tertanam di hati ini.” Jelas Kejora.
”Ya, kita dukung semua keputusanmu, kalau perlu kita comblangin. Hahaha” Tandas Keiko
”Hahaha, kalian semua tak perlu repot-repot mengenalkan teman namja kalian. Aku bisa menemukan sendiri ko...”

*****
Kejora’s Diary,  20.25 @Kejora Room’s

Canda tawa yang sudah lama tak kami rasakan semuanya terbalaskan hari ini. Hari yang begitu menyenangkan bertemu ke empat sahabatku. Bersenda gurau mengahabiskan hari. Aku senang melihat kalian yang sudah menjadi wanita seutuhnya. Nia kau selalu menjadi panutan buat kita, kau begitu dewasa bahkan kedewasaanmu sejak dulu tak pernah berkurang kau paling berbeda diantara kami yang terkadang masih suka labil, setiap ucapanmu selalu memberikan makna dan sekarang kau telah menjadi wanita seutuhnya kau punya suami dan anak-anak yang begitu menyayangimu. Keiko dan Naomi, 2 Saudara kembar yang lucu dan imut. Mungkin dulu kau selalu saingan untuk menjadi yang terbaik, tapi sekarang kalian menjadi saudara yang saling mendukung satu sama lain. Kalian pun memiliki tunangan yang kembar juga. Melihat foto yang kalian tunjukkan tadi terbayang sudah pernikahan kalian yang begitu meriah 2 pasangan kembar menikah berbarengan, pasti nanti anak kalian kembar juga ya... hehehe. Zora... aghh aku begitu kangen sekali dengan lelucon – lelucon konyolmu. Kau terlihat menggemaskan kalau sudah mengeluarkan ekspresi aneh di wajahmu yang membuat kita sakit perut karena tertawa. Tapi tak kusangka kau sekarang sedikit lebih dewasa, suamimu pasti bangga memiliki istri sepertimu. Kau menunda untuk mempunyai anak karena ingin menyelesaikan S2mu dulu, sesuatu yang jarang ku temui saat ini. Dan aku, aku akan menyusul kalian semua menemukan bintang hatiku dan menjadi wanita seutuhnya. Aku yakin di luar sana akan ada bintang lain yang memang tercipta untukku. Ya aku yakin itu.....
Kenzoniak semoga kita bersatu sampai akhir hayat. Amin J
Diary, udah dulu ya.. aku senang memilikimu yang setia medengarkan ceritaku. Emuuuaach :*

*****
Dining Room, 06.18

Aroma nasi goreng buatan ibu memanggil hasratku untuk segera menyantapnya.
”Selamat makan...” Ucap kejora dengan riangnya.
”Berdo’a dulu ra..” tandas ayah.
”sudah yah, dalam hati.... hehehe. Yah... aku mau kerja aja daripada di rumah bosan sekali rasanya” Keluh Kejora
”Sudahlah kau bantu saja ayah sama ibu di toko, sekalian kau pelajari bagaimana berbisnis, nantinya toko itu juga kamu yang menghandle” Jelas Ayah
”Ah kan ada ka Kenzie, kenapa harus aku sih... aku pengennya kerja di perusahaan broadcast di balik layar gitu yah...”
”Pagi appa, eomma... tadi kayanya ada nama aku disebut-sebut. Lagi pada ngomongin aku ya??” Ejek Kenzie menaikan alisnya.
”Aissshh lagi-lagi syndrom percaya dirimu kumat” Menatap sinis.
”Ini si kejora, mau bekerja di perusahaan aja.. di tawarin untuk mengurus toko kita dia tidak mau. Katanya kamu saja yang mengurus.”Jelas Ibu
”waaaaahhh.. enak kali kau, aku ini sudah punya saham di perusahaanku sendiri. Sudahlah manis kau urus saja toko kita. Apa kau tidak kasian melihat eomma dan appa mengurus toko itu berdua huhhh?!?!”
”yak kau... aku juga punya keinginan sendiri kalaupun aku ingin berbisnis aku ingin membuka Production House sendiri. Biar kata aku lulusan IT tapi tetap saja hal yang aku suka kan seni”Ujar Kejora
”Ya sudahlah... kalau ga salah di kantor ada lowongan di bagian IT deh. Nanti kamu ikut ke kantor siapa tau Bintang mau nerima kamu jadi karyawannya”. Jelas Kenzie
( PT. Golden Sweetcute Perusahaan Kosmetik International yang menyajikan berbagai macam produk kecantikan yang sudah terkenal kualitasnya. Bahkan saat ini akan merambah ke dunia production house untuk mempermudah memasarkan produknya ke kalangan artis atau model yang bernaung di bawah management perusahaan tersebut ).


*****
 @Plaza Golden Ways 08.10

”Kau tunggu saja disini, aku ada meeting sebentar. Jangan kau acak-acak ruanganku” Tegas Kezie
”iya oppa Kenzie Melvin” Ejek Kejora menjulurkan lidahnya.
Menelusuri setiap sudut ruangan yang tertata rapi, terpajang segala bentuk penghargaan atas produk dan pemasaran terbaik. Menapaki setiap sudut dan terhenti pada sebuah bingkai foto terbesar di ruangan ini. Foto keluargaku dan Keluarga Bintang. Dan semua ini mengembalikan memoriku akan kehadiran Bintang dalam hidupku. Sejak kecil keluarga kami begitu rukun bahkan sudah seperti saudara sendiri. Awalnya perusahaan tempat Ka Kenzie bekerja merupakan Perusahaan rintisan paman Ando (Ayahnya Bintang), namun di wariskan kepada Bintang untuk melanjutkan bisnis ayahnya. Selepas lulus kuliah Ka Kenzie ditawarkan untuk bekerja sama di perusahaan tesebut dan alhasil sebagian saham di perusahaan itu milik Ka Kenzie.
Disudut lain terdapat para pejabat yang bekerja di perusahaan itu, sebagian besar adalah orang –orang korea karena produk kecantikkan ini lebih banyak di eksport ke negeri gingseng tsb dan banyak digunakan oleh para seniman disana.

*****
@Meeting Room, 09.18

”Baik, terima kasih semuanya atas partisipasi dan dukungannya, semoga product baru dan production house kita bisa sukses seperti yang kita harapkan” Jelas Bintang menutup rapat pagi ini di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para peserta rapat.
Semua peserta rapat pun bergegas menuju ruang kerja masing – masing.
”Kenzie... gomawo.. ide cemerlangnya sungguh hebat”. Tepuk Bintang.
”Yeah.. kau juga hebat membawakan presentasinya, oh ya.. ada lowongan ga tuh buat si kejora.. dia udah pengen banget kerja”. Ucap Kenzie
”Hmm, dia ada disini? Bagaimana jika dia ditempatkan di PH kita dan dia bisa memulai bekerja disana saat launching minggu depan. Dari dulu dia sangat berbakat dalam bidang seni. Dan gw rasa dia bisa menghandle project – project baru kita, bagaimana?”
”Wah.. bisa senang jungkir balik dia.. okay kau sampaikan saja. Dia ada di ruangan. Nanti gw suruh dia keruangan lu aja.”
”Ok”. Berbinar – binar mata bintang. Sekilas sudah terbayang wanita yang dari dulu ia cintai bisa bekerja sama dengannya.
”Ra... andai kamu tau kalau sampai saat ini rasa yang tersimpan disini tak pernah hilang, You’re light in the dark. Tak bisa memungkiri kalau saja dari dulu aku berani mengungkapkan rasa ini ra...”

*****
@Bintang room’s, 09.45

”Toookk.. tokk. Toookk..”
Ketukan pintu menyadarkan segala lamunan Bintang.
”ya, silahkan masuk” Ucap Bintang dari dalam.
”Hei... ka Bintang, kata oppa Kenzie kakak manggil aku?”
”hahaha, sudah terkontaminasi juga rupanya kau, mari silahkan duduk”. Ajak bintang
”Mau minum apa?” tanya Bintang
”hmm, ga usah ka.. gomawo”. Ucap Kejora malu – malu
”Baik, to the point saja. Selesai rapat tadi Kenzie bilang kamu mau bekerja bukan? Kebetulan di perusahaan kami sedang membuka anak perusahaan dalam bidang production house. Jika kamu mau, saya berniat kamulah yang menjadi project manager di sana. Dan saya rasa kamu cukup mumpuni dalam bidang tersebut. Bagaimana?” Jelas bintang panjang lebar.
Dengan senyum malu – malu kejora berkata ”baik, saya mau ka, eh pak”. J
Suasana menjadi sangat kaku karena kejora menyadari jika dia berada dalam kantor dan dia tidak bisa berlaku seenaknya.
”lantas kapan saya bisa mulai bekerja?”. Tanya Kejora
”Minggu depan kami akan Launching Production House tersebut bersamaan dengan product kecantikan baru kami. Dan kau bisa datang di hari itu juga. Oh ya, banyak model dan artis papan atas yang akan datang dan menjadi figure dalam mengenalkan product baru kami, jadi saya harap kamu bisa bekerja sama dengan mereka”. Ucap Bintang
”Baik pak” jawab Kejora

*****
One week later, Kejora @ Golden Star Agency 19.20

Gemerlap lampu warna warni menghiasi sebuah aula kantor baru. Ya... ini Golden Star Agency, Production House baru kami. Ku ukir senyum menyapa undangan yang hadir malam ini. Tak ku sangka, begitu ajaib. Awalnya mungkin hanya mimpi jika aku bisa berada dalam situasi seperti ini. Detik ini, merupakan awal karierku yang baru. Pekerjaan yang dari dulu ku impikan. 
”ra...”sapa bintang dari kejauhan memintaku menghampirinya.
”ya.. pak”jawab kejora kaku.
”kenalkan ini kejora, dia project manager baru kita, jika ada hal – hal yang perlu dibicarakan mengenai product atau yang lainnya bisa hubungi dia”. Bintang mengenalkan kejora ke rekan kerjanya.
”Hai, senang bisa bertemu kalian”. Sapa Kejora dengan senyuman manisnya.
Tampak dari kejauhan ada sesosok yeoja cantik menghampiri kami, tepatnya menghampiri ka Bintang. 
”Hai, sayang... ” sapa yeoja itu.
Seraya berdehem Ka Bintang memperkenalkan yeoja cantik itu kepada kami semua.
” Kenalkan ini Qaireen, dia akan bergabung dengan production house kami dan menjadi model untuk product terbaru kami”.
Qaireen pun tersenyum manis, laksana mutiara yang bersinar.
” Hai, salam kenal” sapa Qaireen
” Wah... pak bos bisa saja mencari calon istri yang cantik seperti neng Qaireen” Ucap salah satu dari tamu undangan yang datang
Ka Bintang hanya bisa tersenyum tersipu malu, namun dia melirikku. Dengan sigap aku pun minta izin untuk berkeliling menemui para undangan yang lainnya. ”Apa maksud dari lirikan matanya tadi? Mengapa dia malah melirikku?? Seolah-olah memancarkan suatu perasaan yang sedih. Matanya tak bisa membohongi, aku tau karakter ka bintang” pertanyaan yang memenuhi benak Kejora.. ”Huft.. ya sudahlah lebih baik aku menikmati malam ini sebaik-baiknya”.

 *****
Bintang @Taman, 20.45

Malam ini begitu cerah, acara peresmian Golden Star Agency pun sudah selesai. Tiba saatnya acara bebas. Aku memilih untuk menyendiri di sebuah taman yang penuh kerlap kerlip lampu hias. Entah kenapa hati ini menjadi berkecamuk setelah mendengar ucapan salah satu temanku tadi. Seolah menjadi sebuah tamparan yang menyakitkan untukku. Mengapa setelah hampir 3 th menjalin  hubungan dengan Qaireen hatiku masih belum bisa berpaling dari Kejora.. Ya Tuhaann apa maksud dari semua ini. Mengapa seperti ini jadinya di saat sudah ada seseorang yang benar – benar mencintaiku tapi aku masih belum bisa menerimanya di hatiku. Aku tidak ingin menyakitinya tapi bagaimana dengan hatiku?.  Banyak pertanyaan yang tak bisa kujawab sendiri. Sakit rasanya... agggrrrkkkkk.... Tak sadar aku berteriak sendiri di tengah malam dan tanpa kusadari pula ternyata Qaireen memperhatikanku.

*****
Qaireen @Taman, 21.10

“Sayang... kamu kenapa?? Apa yang kamu sedang pikirkan?” Tanya Qaireen dengan wajah pucat pasi.
“Entahlah.. ada sesuatu yang mengganjal di otakku, dan aku pusing memikirkannya” Jawab Bintang.
“Sayang kamu ingatkan janji kita di awal hubungan kita, jujur, saling percaya,  dan saling berbagi. Cerita dong sayang..” Rayu Qaireen
”Aku masih belum bisa menceritakannya semua.. karena aku takut menyakiti hati orang sayang”. Jelas Bintang
”Jadi ini semua ada kaitannya dengan perasaan? Apakah aku termasuk didalamnya?” Tanya Qaireen.



To be continued.............
Hayooo siapa yang bisa nebak kelanjutan ceritanya seperti apa? Tetep stay tune ya..
Purelightstar ^_^